4 Stasiun Solo yang Terkenal dan Melegenda

Ketika membicarakan tentang stasiun Solo, maka secara serempak orang akan menyebut nama Stasiun Balapan, yang terkenal sebagai salah satu judul lagu Didi Kempot. Padahal, selain Balapan, ada berbagai stasiun lain yang tidak unik dan menarik untuk didatangi. Apa sajakah nama stasiun-stasiun tersebut? Baca saja informasi lebih lengkapnya di bawah ini!

4 Stasiun Solo yang Terkenal

stasiun solo

1. Stasiun Kota

Stasiun kota terletak di Pasar Kliwon Surakarta atau lebih tepatnya di Sangkrah. Jenis stasiun ini merupakan skala stasiun kecil karena hanya melayani naik turun penumpang tanpa pelayanan barang-barang. Stasiun ini sudah ada sejak tahun 1922, maka tidak heran jika bangunannya masih seperti bangunan peninggalan jaman Belanda.

Salah satu ciri khas dari stasiun kota Solo yaitu terdapat Sepur Kluthuk Jaladra. Keunikan dari kereta ini yaitu dijalankan dengan bahan bakar kayu jati dan air. Bahan bakar tersebut membuat kereta menghasilkan uap yang membuat lokomotif berjalan. Saat menaiki kereta ini penumpang dapat berkeliling dan menikmati keindahan kota Solo dengan nuansa yang berbeda dari biasanya.

Baca Juga: MENGENAL STASIUN SEMARANG, STASIUN DENGAN SEJUMLAH KEUNIKAN

2. Stasiun Jebres

Nama stasiun yang ada di Solo selanjutnya yaitu stasiun Jebres. Stasiun Jebres didirikan pada tahun 1884. Berbeda dengan stasiun kota Solo, stasiun Jebres merupakan jenis stasiun tipe C atau stasiun besar. Stasiun ini dilintasi jalur Yogyakarta-Solo, Semarang-Solo dan juga Solo-Madiun.

Keunikan pada stasiun ini yaitu penumpang yang akan turun disambut dengan alunan melodi lagu “ Bengawan Solo” dalam format keroncong instrumental. Di samping itu, bangunan pada stasiun ini juga masih asli sehingga Pemerintah Kota Surakarta menetapkan sebagai cagar budaya yang dimiliki kota Solo. Penumpang yang berada di stasiun pun, juga dapat menikmati diorama sejarah perkeretaapian yang disuguhkan dalam museum mini.

Baca Juga: 5 STASIUN SURABAYA TERSIBUK YANG MASIH BEROPERASI HINGGA SAAT INI

3. Stasiun Purwosari

Stasiun Solo Purwosari dibangun pada  tahun 1875 dan terletak di kecamatan Purwosari, Laweyan Surakarta. Sebagai stasiun tertua kedua yang dibangun di kota Solo, stasiun purwosari merupakan stasiun dengan jalur percabangan. Yaitu memuat jalur kereta api yang menuju Wonogiri dan yang mengarah ke kota Surabaya.

Namun sayangnya, mulai april 2020 lalu, stasiun Purwosari hanya melayani operasional kereta api jenis Prameks. Pembatasan operasional ini dikarenakan adanya ketetapan pembatasan sosial berskala besar yang dicanangkan oleh pemerintah, akibat wabah Covid-19. Kebijakan tersebut menyebabkan hanya tersisa dua kerata api jarak jauh yang melintas kota Solo melalui stasiun ini.

Baca Juga: 5 HAL MENARIK YANG DAPAT DITEMUKAN DI STASIUN MALANG

4. Stasiun Balapan

Di antara yang lain, stasiun Solo yang paling melegenda yaitu stasiun Balapan. Stasiun balapan dibuka pada tahun 1870 dan  merupakan stasiun tertua di Solo. Salah satu keunikan dari stasiun ini yaitu menggunakan sistem persinyalan elektrik yang pertama ada pada tahun 1972. Sebagai stasiun yang besar, stasiun ini melayani penumpang dengan jarak jauh, menengah maupun dekat. Yaitu mulai dari kota Jakarta, Bandung, Semarang hingga Surabaya.

Beberapa tempat wisata yang menarik juga ada di dekat stasiun ini. Salah satunya tempat wisata dekat stasiun Solo Balapan tersebut yaitu Benteng Vastenburg. Bangunan bersejarah ini telah dibangun sejak 1745, dan merupakan jejak peninggalan jaman penjajahan Belanda, yang juga sering menjadi tujuan wisata banyak orang. Lokasinya berada di kedung lumbu, tepat di kawasan pasar Kliwon, Surakarta.

Baca Juga: SEJARAH UNIK STASIUN SIDOARJO BESERTA SARANA PRASARANANYA

Demikianlah tadi sejumlah informasi mengenai daftar empat stasiun populer yang ada di kota Solo. Masing-masing dari stasiun Solo di atas memiliki keistimewaan. Khususnya, dari segi keramahtamahan pelayanan yang ditunjukan. Tentunya, itu membuat orang merasa selalu betah dan ingin kembali mengulang perjalanan penuh cinta, di kota mungil dan penuh berkah ini!

Leave a Reply