Sejarah Unik Stasiun Sidoarjo Beserta Sarana Prasarananya

Stasiun merupakan tempat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Keberadaannya mampu mempermudah masyarakat untuk sampai di tempat yang akan dituju. Salah satu stasiun yang berhasil dibuat oleh pemerintah Indonesia adalah Stasiun Sidoarjo. Berikut ini adalah ulasan menarik mengenai stasiun yang ada di Jawa Timur ini:

Sejarah Stasiun Sidoarjo

Siapa sangka bahwa dulunya stasiun ini merupakan pusatnya pabrik gula yang ada di wilayah Nusantara Sekitar abad ke-18 telah berdiri 10 pabrik gula yang menghiasi tempat ini. Sejak dahulu memang Sidoarjo dianggap sebagai tempat produksi gula yang paling potensial di Nusantara. Tak heran jika pabrik gula banyak bertebaran di kota ini.

sejarah stasiun sidoarjo

Kala itu pemerintahan Belanda memiliki ide yang cemerlang agar gula tersebut dapat terjual secara luas ke penjuru negeri. Hal yang dilakukan oleh pihak Belanda yaitu dengan membuat sarana dan prasarana yang dapat mendistribusikan gula ke kota lain. Sarana dan prasarana yang berhasil dibuat adalah jalur rel kereta api dari Surabaya hingga Pasuruan yang di tengahnya adalah Sidoarjo.

 

Pembangunan rel kereta api ini memakan waktu selama 3 tahun lebih. Waktu peresmian dari perlintasan kereta ini jatuh pada 16 Mei 1878. Adanya jalur rel kereta api ini disusul dengan pembangunan stasiun kereta api pada daerah yang dilalui relnya sehingga terciptalah Stasiun Sidoarjo. Luas dari stasiun ini mencapai 1.050 meter persegi dan termasuk ke dalam aset PT KAI.

Sarana dan Prasarana Menarik Stasiun Sidoarjo

Sarana dan prasarana yang ada di stasiun ini telah dibuat berdasarkan selera dari pengunjungnya sehingga rasa nyaman akan tercipta ketika berada di stasiun ini. Selalu ada perbaikan dari sarana dan prasarana untuk memuaskan para penumpang kereta api. Berikut ini adalah daftar sarana prasarana menarik yang sayang sekali jika dilewatkan:

1. Bangunan Monumental

Kesan monumental terlihat jelas ketika pertama kali menginjakkan kaki di stasiun ini. Bangunan yang ditampilkan pada bagian tampak depan kental sekali dengan gaya arsitektur Belanda. Pada sisi sebelah kanan dan juga kiri pintu utamanya terdapat jendela unik yang terbuat dari kayu. Jendela tersebut juga memiliki jeruji yang berjumlah 6 buah di sebelahnya.

Pintu utama dari bangunan ini terdiri dari 2 macam yang masing-masing tingginya mencapai 2 meter. Tinggi tersebut sudah disesuaikan dengan rata-rata tinggi masyarakat Indonesia sehingga semua orang bisa melewatinya. Orang yang memiliki tinggi tidak normal yaitu lebih dari 2 meter dapat menunduk jika melewati pintu ini.

2. Peron Yang Sejuk

Peron merupakan jalan kecil yang letaknya berada di samping rel kereta api. Fungsi dari peron ini adalah sebagai akses untuk naik turun penumpang. Bagian peron dari stasiun ini sudah sesuai dengan standar yang telah ditentukan pemerintah. Luasnya peron ini cukup untuk menampung banyak penumpang. Anginnya yang sepoi sepoi semakin menambah betah orang yang ada di stasiun ini.

3. Hall Yang Luas

Stasiun ini tentu dilengkapi denga hall yang begitu tinggi. Tujuan dari hall yang dibuat meninggi ini adalah agar suplai udara ke dalam ruangannya tidak kurang. Mengingat banyaknya penumpang yang akan bepergian ke kota lain, maka faktor kenyamanan berupa sirkulasi udara tidak boleh luput dari perhatian.

Baca Juga: CARA BELI TIKET KERETA API ONLINE INDOMARET DENGAN MUDAH

Itulah ulasan menarik mengenai sejarah beserta sarana dan prasarana yang ada di Stasiun Sidoarjo. Bagi yang penasaran dengan bangunan dari stasiun ini dapat meninjaunya langsung ke lokasi. Mengunjungi stasiun ini akan lebih lengkap jika ikut berwisata ke Sidoarjo juga yang menyediakan beberapa wisata yang menarik.

Leave a Reply