5 Posisi Pekerjaan dan Gaji Pegawai di Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (KAI) merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang transportasi. Bekerja di PT KAI merupakan pekerjaan yang bergengsi dan membanggakan. Bahkan, banyak orang yang masuk ke sekolah dan mengambil jurusan yang sesuai dengan kriteria perusahaan tersebut. Alasannya karena gaji pegawai di kereta api cukup besar.

5 Posisi Pekerjaan dan Gaji Pegawai di Kereta Api Indonesia

Bukan hanya itu saja, perusahaan kereta api juga menyediakan tunjangan pegawai mulai dari tunjangan anak istri hingga tunjangan pensiun sesuai golongan. Tidak heran, banyak orang yang ingin menjadi bagian PT KAI karena banyak keuntungan yang didapatkan. Berikut ini penjelasan lengkap tentang posisi di PT KAI dan informasi gajinya:

1. Executive Vice President

Posisi sebagai Executive Vice President merupakan salah satu pekerjaan yang paling diimpikan oleh banyak orang. Bagaimana tidak, gaji yang ditawarkan di PT KAI untuk posisi ini mencapai Rp 42,5 juta per bulan. Tugas Executive Vice President dalam menjalankan tugasnya akan bekerja sama dengan kepala seksi, para kepala UPT, hingga pemeriksa kas daerah.

Beberapa tugas dan tanggung jawab di Executive Vice President diantaranya adalah melaksanakan dan mengendalikan operasi dan pemasaran, mengelola sumber daya manusia (SDM), menyelenggarakan program di PT KAI, dan lain-lain. Tertarik mengisi posisi ini?

2. Masinis

Masinis juga menjadi pilihan favorit bagi banyak orang untuk melamar di PT KAI. Nantinya, masinis akan bertugas  untuk mengoperasikan dan menjalankan kereta api. Namun untuk mengisi posisi ini, tidak sembarang orang bisa melakukannya. Untuk mengisi posisi ini dibutuhkan sertifikat kecakapan awak yang menunjukkan seseorang memiliki kemampuan untuk menjalankan kereta api.

Bahkan, dalam sertifikat para masinis harus memenuhi kriteria bertugas selama 4000 hingga 8000 jam kerja. Selain itu, masinis harus memastikan keamanan dan keselamatan penumpang. Gaji seorang masinis cukup tinggi yakni mencapai Rp 13 juta per bulan. Masinis juga mendapatkan tunjangan yang meliputi transportasi, kinerja, hingga uang premi.

3. Kondektur

Banyak yang menganggap bahwa tugas seorang kondektur hanya mengecek tiket para penumpang. Padahal, kondektur juga harus menjadi pemimpin bagi seluruh staf yang ada di dalam kereta api hingga memastikan kebersihan dan fasilitas kereta api sudah memadai.

 Jika kondektur melaksanakan tugasnya dengan baik seperti melayani keluhan, kebutuhan, dan menerima masukan dari penumpang, maka penumpang akan merasa nyaman. Gaji pegawai di kereta api sebagai kondektur mencapai Rp 6,5 juta.

4. Teknisi Sarana Perkeretaapian

Sebelum dikemudikan, kereta api harus dipastikan layak untuk beroperasi. Untuk itu, kereta api harus melalui tahap pemeriksaan dan perawatan yang ada di depo kereta, gerbong, maupun di balai jasa. Pekerja yang bertugas untuk memeriksa dan memelihara sarana kereta api adalah teknisi sarana perkeretaapian.

 Jika pekerja menemukan kerusakan pada komponen pendukung atau dan perlengkapan kereta api, maka pekerja harus segera memperbaikinya untuk mengembalikan fungsinya. Gaji seorang teknisi ini mulai dari Rp 2 hingga Rp 9 juta.

5. Sintelis

Sintelis atau yang kepanjangan dari Teknisi Sinyal, Telekomunikasi dan Listrik memiliki tugas dan tanggung jawab untuk merancang, membuat, dan melakukan perawatan terhadap perangkat persinyalan. Alat tersebut sangat penting karena akan memberikan isyarat untuk mengatur dan mengawasi pengoperasian kereta api.

Perangkat ini tersedia dalam berbagai warna dan bentuk. Menjadi seorang sintelis memiliki resiko tinggi karena harus melakukan perawatan dan perbaikan yang memiliki arus listrik. Untuk itu, dibutuhkan kehati-hatian untuk melaksanakan tugasnya. Gaji seorang sintelis mencapai Rp 2 juta hingga Rp 9 juta.

Baca Juga: 5 TIPS MENYEWA BIS PARIWISATA YANG PERLU DIPERHATIKAN

Itulah 5 posisi pekerjaan di PT KAI mulai dari tugas hingga gaji pegawai di kereta api. Untuk menjadi bagian PT KAI harus lolos seleksi mulai dari administrasi, kesehatan awal, psikologi, wawancara, hingga kesehatan akhir.

Leave a Reply